Postingan

Semua Karenamu

Ada banyak hal yang sampai sekarang masih belum aku pahami mengenai kamu. Tentang perasaanmu yang sampai saat ini tak ku tahui tertuju untuk siapa.   Semua tulisanmu yang tak pernah ku tahui tercipta untuk siapa. Tentang semua luka dihatimu yang entah tergores oleh siapa. Apakah aku masih belum cukup pantas untuk mu? Apa aku terlalu buruk untuk mengisi kekosongan hatimu itu? Kau tahu semua luka mu yang tak kunjung terobati adalah luka untukku saat ini. Masih jelas teringat olehku, tawa ramahmu yang membuatku jatuh cinta, atau pantun konyolmu yang membuatku semakin cinta. Tapi dari banyak hal yang pernah ku alami bersamamu, berbicara denganmu langsung adalah hal yang paling aku sukai. Setelah itu melihatmu tertawa menjadi hal yang paling aku sukai berikutnya. Kemudian berdebat denganmu tentang hal yang bahkan tidak penting menjadi hal yang aku suka juga. Tapi ku rasa apapun yang kulakukan dan itu berhubungan tentangmu semua aku suka. Namun sejak saat aku menyadari kedekatam...
rasanya baru kemarain aku  menginjakan kaki di kota semarang ini, menjadi mahasiswa dan tinggal disini. tapi ternyata waktu yang tealah ku habiskan disini tidak bisa dibilang sebentar juga. tiga semester sudah terlewat, bukankah itu cukup lama untuk mengukir cerita. ada banyak hal yang ku temukan, pengalaman, teman, cukup masalah dan masih banyak lagi. tapi bisa dibilang aku tak pernah terbebani sangat dengan maslah-masalah kampus, meski tak jarang aku menangis karena ulahku atau ketidakpecusanku mengemban tugas, saat seperti itu rasaya aku ingin marah, merasa apa yang telah aku lewati semua ini mimpi paling burukku. ya meski aku telah mencintai apa adanya diriku saat ini, nyatanya aku tetap saja tidak bisa melupakaan impianku untuk bisa kuliah di universitas tertua di Indonesia. kadang yang menjadi momok bagiku adalah ketidak puasaanku akan diriku sendiri, atau ketidak puasaanku terhadap lingkunganku. ya memang aku tak berhak menyalahkan apa yang terjadi di lingkunganku, terle...

KEHILANGAN KEDUA

Kehilangan Kedua Tia Larasati 3 Tahun setelah kepergiannya, aku dikejutkan oleh kehadirannya lagi. A walnya aku tak percaya, membentaknya dan hendak meninggalkannya ketika ia mengatakan dia adalah Roy. Orang yang amat aku cintai yang mati karena tertembak 3 tahun yang lalu. Namun ia tak berpatah semangat, ia terus mengejar langkahku sambil terus meyakinkanku, bahwa ia benar-benar Roy. Namun aku masih tak mendengarkan, omong kosong! mana mungkin orang yang sudah mati bisa hidup lagi? laki-laki ini hanya memainkanmu Ri! Jangan percaya! Aku terus mengatakan itu untuk meneguhkan hatiku. Bahwa laki-laki berseragam SMA itu memang bukan Roy. “Aku tahu ini sulit untuk kau mengerti. Tapi ini sungguhan aku. Aku datang dari masa lalu. 3 tahun yang lalu.” Demi mendengar 3 tahun yang lalu, kakiku mendadak lemas, jantungku berdetak kencang. Aku menghentikan langkahku dan seketika bersimpuh. Aku merasakan kesedihan saat kehilangannya 3 tahun lalu. Ia mendekatiku dan mengelus rambutku. Me...

Yang Tidak Aku Tahu

Yang Tidak Aku Tahu Tia Larasati Pada detik waktu yang kau sebut kemarin. Yang setiap detik terkikis oleh kesibukanmu hari ini atau esok, aku masih mengingatnya sebagai hari terindah. Waktu terus berjalan namun hatiku berhenti di detik itu. Saat aku berdiri di sampingmu, ketika kita sama-sama tersenyum oleh suatu perasaan yang orang sebut sebagai cinta. Namun waktuku hanya berhenti beberapa bulan dihari itu. Dan waktuku berhenti bertahun-tahun ketika pada akhirnya kau memutuskan menjauh, oleh satu dua alasan yang tak bisa ku mengerti. Waktuku berhenti di malam ketika kita saling berhadapan. Ketika kau menangis duluan dan aku hanya terbengong. Ketahuilah mungkin kau menangis semalam penuh tapi aku menghabiskan setiap malamku setelah malam itu untuk menangis. Hatiku retak dan hancur seketika di malam itu. “Tau tidak Ra, aku sangat bersyukur bertemu denganmu. Aku sangat bersyukur aku dicintai oleh kamu. Aku bersyukur waktu mempertmukan kita, tapi Ra” Katamu terpenggal demi ...