Postingan

beda

"mis aku ingin berganti haluan." kataku begitu teman sekamarku pulang. "maksudnya?" aku segera memperlihatkan apa yang ku lihat di laptop padanya. ia mengangguk dan tertawa. "wah anak politik." katanya. namun aku menggeleng sambil tertawa kecil. "tidak mis. bukan tentang politik tapi tentang perlawanan." kataku. sebelum aku bicara banyak, misna itu sudah terlelap. ya ia punya banyak kegiatan. membuat nya banyak terlihat murung dan mengeluh belakangana ini. di kampusku banyak alur kaderisasi. ia masuk kaderisasi bagi aktivis dan organisatoris tingkat dasar. iya aku kagum sekaligus iri. namun ia pantas, dibanding aku? yang terlalu melan kolis. menulis pujian menebar cinta. hanya bualan. omong kosong. di era sekarang siapa yang percaya cinta? cinta sudah mati di hingar bingar kebuasan ego manusia. cinta hilang pada nafsu manusia yang membabi buta. cinta hanya tudung, kedok bagi apapun yang dikehendaki. cinta sudah mati detik aku ingin membangkit ...

TUAN DAN AKU

Ketika ku kagumi seorang kamu, namun tiada lain selain kata pengagum dan tuan. Kumungkinkan cemburu ketika tentang apa berhubung dengan tuan. namun aku bisa apa? langkahku sudah tentu tak sejajar langkah tuan. kataku tak cukup lantang bahkan tak pantas didengar tuan. ketakutanketakutan yang mungkin saja tak baik. tapi semua kulakukan untuk tuan. tuan aku jatuh hati retak patah hati oleh tuan pun jua Archa, 10 Mei  2017

Kamu adalah Kemarau

Gambar
sejak hadirmu, tak pernah lagi kudapati hijau membentang. gugur menjadi satu-satunya kabar disiang dan malam. pernahkah engkau datang dengan pelan? berharap datangmu tak mengganggu jiwa yang meradang! namun kau tak pernah datang kecuali dengan derumu yang mengguncang. meletakkan hati pada kedalaman rindu yang pilu, menjatuhkan hati dari pemiliknya dan membiarkannya retak lalu patah. pernah kau datang tak harus dengan melakukannya? sayangnya kau selalu datang sebagai kabar nestapa. engkau alunkan malam begitu mengerikan, meski kau buat langit gemerlap dengan gemintang. engkau menakutkan hati-hati yang sendiri. semilirmu tak pernah lirih. menggigilkan sampai belulang. gigi mengerat badan meringkuk bungkuk, namun udara kian dingin mendekap. tidakkah ranting-ranting yang meradang itu cukup bagimu? apa kematian sang pohon baru akan membuatmu berhenti?? bagiku kamu adalah kemarau.

film 10-11

lucky or anlucky day

hari-hariku masih berjalan sama. sejak hari aku kehilangan tatapan matamu, aku masih menantikan kamu menatapku saat aku berada dekat denganmu. entahlah, aku rasa aku sangat membutuhkannya saat ini. setidaknya untuk membuat hatiku kembali, 3 atau 2 detik saja tak masalah, asal aku mampu menatap matamu. kemarin aku tak akan menyangka kamu akan jadi lama kupandang. aku tak pernah salah mengenalimu meski kau berada jauh dari tempatku. dengan rambut sebahumu yang tergerai, mengenakan kemeja kotak-kotak kau berdiri disisi jembatan. kau berdiri beberapa menit, dan aku menunggumu sampai kau menghilang. kamu menghilang dengan sekelebat bayang yang masih dapat aku lihat meski kau tlah lama berlalu. kemudian aku putuskan untuk masuk kedalam kelas, dan tanpa ku sangka, kamu justru duduk di samping kelasku membuat sesuatu mendidih dalam jiwa ku yang membakar seluruh aku. kamu duduk disana lama sekali hingga ahkirnya kau pergi dan aku tidak menyadarinya. setelah kuliah selesai dan waktu ashar tiba. ...

Mata

akhir-akhir ini kau peka sekali akan hadirku. aku tak mengapa andai kau lebih halus menatapku. tapi tidak tatapanmu seolah menghujam jantungku. apa ada yang salah denganku? apa mengidolakan dirimu sesuatu yang salah? bila memang iya aku bisa apa untuk menghilangkan rasanya. aku tidak mengharapkan suatu yang lebih darimu, melihatmu datang dikampus, tersenyum dengan teman-temanmu, sudah lebih dari cukup. kalau dengan hadirku mengusik dirimu, aku minta maaf. namun aku mohon jangan menatapku demikian. jika memang tak bisa melakukannya, jangan kau tatap saja aku. sebab rasanya sakit sekali, karena saat kau menatapku tak ada yang lain yang terlihat dimataku kecuali kamu. maka akan terasa sakit sekali bukan? jika aku hanya mendapatkan itu. akhirnya aku mengaamiini pendapat orang tentangmu, tentang matamu yang mengerikan. aku mendapatkannya, sisi mengerikan yang tak dapat kutemui sebelumnya.  namun sebenarnya mengapa engkau jadi sepeka ini? mengapa engkau reflek menatapku saat aku ada dis...

hanya kebetulan atau apakah?

setiap yang aku katakana seolah engkau mengetahui. dan setiap kau disekitarku, aku akan dengan mudah menemukanmu. kamu adalah seseorang yang sangat baru untukku. namun aku bisa sebegitu mudah melihat langkahmu. semoga ini bukan kebetulan. saat aku katakan sesuatu tentangmu meski hanya dengan membatin kau dapat mengetahui. seperti saat dalam batin aku memintamu untuk datang atau sekedar lewat didepan kelasku dan beberapa saat kemudian kau benar melakukannya. saat kau dibelakang kelasku dan tiba-tiba aku ingin skali menatap keluar, kutemukan kamu disana. dan kemarin saat aku memutuskan untuk memakai warna tertentu, karena aku tahu kau memakain warna  yang sama. aku harap ini bukan sebuah kebetulan. untuk kamu kakak tingkat yang sejak 1 bulan yang lalu kukagumi.